LEGAL DISCOURSE – Hukum Pidana

LEGAL DISCOURSE is a semi-documentary that gives knowledge and visualization about the implementation of national and international laws. Interviews and commentaries from professors and lecturers are provided during the program to give appropriate perspectives regarding the matter discussed. The program is a cooperation with Binus University’s Business Law major.
———————————————-
Watch our broadcast in http://www.binus.tv
Follow our Twitter http://twitter.com/BINUSTV
Follow our Instagram at http://instagram.com/binustv
Like our Facebook http://www.facebook.com/BinusTVOfficial

(Visited 5 times, 1 visits today)

You might be interested in

Comment (14)

  1. mau nanya, kenapa koq ada dua elemen yaitu perbuatan (melawan hukum) dan kesalahan, padahal hukum kan dirancang untuk mengurangi kesalahan, dan perbuatan melawan hukum kan sudah pasti melakukan kesalahan.. tolong dijelaskan

  2. bermanafaat buat saya yang tidak kuliah.. mengambil informasi dari sumber2 berbeda.
    lanjutkan dan mantabkan pak.

  3. sangat membantu mahasiswa untuk belajar. mohon di perbanyak materi mengenai hukum pidana pak, terutama dalam beracara. terimakasih.

  4. kelihatannya kok sulit begitu ya pak bikin KUHPidana Nasional sendiri, padahal sudah berabad-abad kita memakai WVS (wet boek van strafrehct/ KUHPidana) yang kita pakai sampai sekarang ini. Kita sepertinya cuma bisa mengkodifikasi kitab-kitab belanda yang sudah ada. Soalnya kalo dari jaman dahulu KUHPidana itu pernah dibuat, bakalan masih juga harus kodifikasi lagi sesuai perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia. Contohnya saja UUD 1945 yang dibuat oleh masyarakat Indonesia sendiri, sudah diamandemen 4 kali. terkadang saya juga sempat berpikir kalau Hukum itu tidak selalu tertatih-tatih mengikuti perkembangan zaman, akan tetapi perkembangan zaman itulah yang terkadang mengikuti hukum yang sudah ada/cocok. Karena tidak sedikit pula pasal-pasal yang terkandung dalam KUHPidana itu yang masih cocok dengan perkembangan masyarakat Indonesia. Koreksi saya bila ada argumen yang salah, terimakasih…

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *